|
|
Ada berbagai organisasi yang ikut mendukung penyelenggaraan seluruh kegiatan Biennale Jogja IX-2007, disamping Jogja National Museum dan Sangkring Art Space, sebagai venue pameran dan kegiatan pendukung. |
|
|
|
IVAA
(Indonesian Visual Art Archive) |
| |
Sebuah lembaga nirlaba yang melakukan pemberdayaan infrastruktur seni rupa di Indonesia, sebagai pusat data, riset dan dokumentasi seni rupa kontemporer di Indonesia. Kegiatan utamanya adalah pembuatan dokumentasi, riset, perpustakaan, dan berbagai kegiatan pendidikan dan eksplorasi seni visual. Dalam event Biennale Jogja, IVAA bertindak sebagai mitra penyedia data seni rupa, materi wacana sesuai dengan tema “Neo Nation”, serta melakukan pendokumentasian kegiatan Biennale Jogja IX-2007. IVAA juga mengadakan diskusi yang melakukan pembacaan terhadap tema “Neo Nation”. |
|
|
Galeri ISI |
| |
Sebuah galeri seni rupa yang menjadi bagian integral dari Institut Seni Indonesia. Galeri ini menggelar aneka pameran karya mahasiswa maupun staf pengajar di ISI Yogyakarta. Untuk Biennale Jogja IX-2007, Galeri ISI menyediakan sarana kesekretariatan. |
|
|
Karta Pustaka
(Pusat Kebudayaan Indonesia-Belanda) |
| |
Sebuah lembaga nirlaba yang mendukung kegiatan pendidikan publik melalui seni dan budaya yang diwujudkan berdasarkan kerjasama Indonesia dan Belanda. Kegiatan utamanya berupa perpustakaan, kursus bahasa Belanda, dan berbagai kegiatan seni dan budaya dari Indonesia dan Belanda. Karta Pustaka juga mendorong upaya pelestarian pusaka budaya di Yogyakarta. Karta Pustaka menyediakan fasilitas koleksi perpustakaan untuk mendukung penggalian wacana tema “Neo Nation”, dan SDM untuk pelaksanaan Biennale Jogja IX-2007. |
|
|
Impulse |
| |
Sebuah lembaga non profit yang independen, dikelola oleh peneliti-peneliti muda, berkonsentrasi pada kajian dan pengembangan wacana multikulturalisme dan pluralisme berbasis kultural. Kegiatan yang dilakukan meliputi diskusi, workshop, pelatihan penulisan, penerbitan buku, seminar, short course, dan fellowship. Dalam Biennale Jogja IX-2007 Impulse menyelenggarakan diskusi untuk anak-anak muda dan guru-guru kesenian dengan tema “Seni sebagai Media Komunikasi Keberagaman”. |
|
|
|
|
|